Minggu pagi, seorang anak berumur 18
bulan yang belum sempurna bicaranya terbangun dari tidurnya yang nyenyak.
Barangkali rindu pada Om-nya yang nun jauh disana dia memanggil-manggil
namanya, “Om….Om….Om…”
Ibunya bingung, Om siapa yang dimaksud,
karena akhir-akhir ini dia juga sering memanggil-manggil tetangga barunya
dengan sebutan Om.
“Om Ipin atau Om Nanang?”
“Uh…uh…” sambil bergeleng sang anak
berusaha menjelaskan apa yang dia maksud
“Om Nanang?” ibunya bertanya seraya
menegaskan siapa yang dimaksud, dia pun mengangguk.
Karena faham dengan rasa rindunya sang
ibu menelfon om-nya yang jauh di pulau seberang. Beberapa kali dihubungi tak
jua terjawab.
“Om, ga bias ditelfon dek,,telfon bapak
aja ya?”. Sang ibu member pilihan karena melihat wajah anaknya yang penuh
penantian. Sang anak pun mengangguk.
Titut..titut..titut...nomor pun
dipencet, tersambung.
“Assalamu’alaikum”. Sang Bapak yang tak
ada di rumah karena bertugas di kota yang berbeda pun menyapa.
“wA’alaikumussalam” jawab Ibu.
“Dek,,Bapak dek”
“Alow…Bapak?”
“Adek bangun tidur?”
“Iya Pak”, seloroh sang ibu.
“Bapak…Awoh…Awoh”. Maksud hati sang anak
berkata Alloh,,Alloh,,meminta untuk mengumandangkan sholawat. Karena
akhir-akhir ini kegemarannya adalah melantunkan sholawat.
“Ouw…Alloh?? Adek nyanyi?”
“Awoh..Bapak…Awoh”
Sang bapak bingung.
“Mas, disuruh sholawatan sama adek”,
seloroh ibunya menjelaskan. Sang bapak hanya tertawa ringan tapi tak mau juga
bersholawat, sementara sang anak sudah tidak sabar untuk mendengar lantunan
sholawat. Sang ibu pun menengahi dengan mengatakan…
“Adek, Bapak ga bias sholawat. Ibu saja
yang nyanyi ya…”
“Whuaa….”teriak sang anak sambil
menangis dengan keras.
Hmmmm….aku tidak mengerti dengan
tangisan sang anak. Ada 3 kemungkinan disini:
1.
Kecewa karena Bapaknya “dianggap” tidak
bias bersholawat
2.
Kecewa karena Bapaknya tidak mau
bersholawat, atau
3.
Kecewa hanya karena tidak ada yang mau
bersholawat untuknya?
Dia hanya ingin dimengerti ^_^
(GNS 20102013)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar