Teh
(Camellia sinensis) di Indonesia
Teh sebagai
bahan minuman penyegar dan menyehatkan merupakan salah satu komoditi unggulan
perkebunan Indonesia. Areal teh
Indonesia seluas 157.000 ha terdiri atas 54% perkebunan rakyat, 24% perkebunan
besar negara, dan 22% perkebunan besar swasta. Saat ini Indonesia merupakan
negara penghasil teh nomor 6 terbesar di dunia dan menguasai 6% pasar teh
dunia. Negara penghasil teh lainnya adalah Vietnam (7%), India (13%), Kenya dan
Srilanka (masing-masing 20%) (Anonim2, 2008).
Sebagai salah satu negara penghasil teh
terbesar, kosumsi teh di Indonesia masih tergolong rendah. Idealnya setiap
orang mengkonsumsi minimal 125mg katekin per hari, yang diperoleh dari 5g teh
hijau. Konsumsi teh hijau Indonesia hanya 350g/kapita/tahun, kurang dari 1g per
hari (Rohdiana, 2006). Sumber lain menyatakan bahwa tingkat konsumsi
masyarakat baru sekitar 400 gram per kapita per tahun, padahal di Turki sudah
mencapai 3 kilogram per kapita per tahun, hal ini menyebabkan perkebunan teh di
Indonesia sulit berkembang. Rendahnya tingkat konsumsi ini disinyalir disebabkan
karena masyarakat lebih tertarik pada minuman jenis lain yang dikemas secara
menarik (Kompas, 2006).
Berdasarkan proses pengolahannya, teh diklasifikasikan
kedalam 3 jenis yaitu teh fermentasi (teh hitam), teh semifermentasi (teh
oolong), dan teh tanpa fermentasi (teh hijau) (Fernandez et al., 2002).
Tanaman teh yang dibudidayakan di Indonesia hampir 100% merupakan varietas assamica
dimana kandungan katekin pada pucuk tanaman teh varietas assamica lebih
banyak dibandingkan varietas sinensis, namun demikian varietas sinensis
memiliki aroma yang lebih baik karena memiliki kandungan asam amino lebih
tinggi. Pucuk teh yang dihasilkan di Indonesia 80% diolah menjadi teh hitam,
sedangkan sisanya diolah menjadi teh hijau. Teh hitam lebih sedikit mengandung
katekin daripada teh hijau karena dalam proses pengolahan teh hitam dirancang
agar katekin mengalami oksidasi untuk memperbaiki warna, rasa, dan aromanya. Berdasarkan
hasil penelitian, teh di Indonesia mempunyai keunggulan dibanding teh di negara
lain karena mengandung katekin yang merupakan komponen aktif untuk kesehatan 1,
34 kali lebih tinggi daripada teh dari negara lain (Herawati, 2008).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar