Populer

Minggu, 29 April 2012

ORANGE


Teh (Camellia sinensis) di Indonesia


         Teh sebagai bahan minuman penyegar dan menyehatkan merupakan salah satu komoditi unggulan perkebunan Indonesia. Areal teh Indonesia seluas 157.000 ha terdiri atas 54% perkebunan rakyat, 24% perkebunan besar negara, dan 22% perkebunan besar swasta. Saat ini Indonesia merupakan negara penghasil teh nomor 6 terbesar di dunia dan menguasai 6% pasar teh dunia. Negara penghasil teh lainnya adalah Vietnam (7%), India (13%), Kenya dan Srilanka (masing-masing 20%) (Anonim2, 2008). 
         Sebagai salah satu negara penghasil teh terbesar, kosumsi teh di Indonesia masih tergolong rendah. Idealnya setiap orang mengkonsumsi minimal 125mg katekin per hari, yang diperoleh dari 5g teh hijau. Konsumsi teh hijau Indonesia hanya 350g/kapita/tahun, kurang dari 1g per hari (Rohdiana, 2006). Sumber lain menyatakan bahwa tingkat konsumsi masyarakat baru sekitar 400 gram per kapita per tahun, padahal di Turki sudah mencapai 3 kilogram per kapita per tahun, hal ini menyebabkan perkebunan teh di Indonesia sulit berkembang. Rendahnya tingkat konsumsi ini disinyalir disebabkan karena masyarakat lebih tertarik pada minuman jenis lain yang dikemas secara menarik (Kompas, 2006).
         Berdasarkan proses pengolahannya, teh diklasifikasikan kedalam 3 jenis yaitu teh fermentasi (teh hitam), teh semifermentasi (teh oolong), dan teh tanpa fermentasi (teh hijau) (Fernandez et al., 2002). Tanaman teh yang dibudidayakan di Indonesia hampir 100% merupakan varietas assamica dimana kandungan katekin pada pucuk tanaman teh varietas assamica lebih banyak dibandingkan varietas sinensis, namun demikian varietas sinensis memiliki aroma yang lebih baik karena memiliki kandungan asam amino lebih tinggi. Pucuk teh yang dihasilkan di Indonesia 80% diolah menjadi teh hitam, sedangkan sisanya diolah menjadi teh hijau. Teh hitam lebih sedikit mengandung katekin daripada teh hijau karena dalam proses pengolahan teh hitam dirancang agar katekin mengalami oksidasi untuk memperbaiki warna, rasa, dan aromanya. Berdasarkan hasil penelitian, teh di Indonesia mempunyai keunggulan dibanding teh di negara lain karena mengandung katekin yang merupakan komponen aktif untuk kesehatan     1, 34 kali lebih tinggi daripada teh dari negara lain (Herawati, 2008).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar